renungilah, pahamilah..
var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”yang namanya manusia,,
kita ga bisa memenuhi semua keinginan dan tuntutan orang lain ttg diri kita..
hanya kita yang tau,,
sepanjang kita tidak merugikan orang lain
jangan pernah ngerasa kamu tidak berharga…
lihat dan dengar sekelilingmu
bukan berarti memakan mentah mentah
apa yang mereka rasakan ttg kamu..
beruntung kamu punya orang2 terdekat
yang mengerti siapa dirimu
sebenarnya
tanpa harus berpura pura menjadi orang lain dimata mereka..
hanya kepada keluarga dan sahabatmulah
seharusnya kamu menaruh rasa kepercayaanmu,,
karena hanya merekalah
yang bisa mengkritikmu tanpa meninggalkanmu
bahkan
mereka dapat memberi solusi dari masalahmu..
jadi kesimpulannya,,
jangan terlalu ambil peduli dengan omongan orang
sepanjang orang2 terdekatmu masih merasa nyaman bersamamu..
aku pernah mengirimkan pesan ini
pada seorang temanku yang merasa dikhianati..
ternyata,, akupun pernah berada diposisinya..
dan mungkin akan kembali berada diposisinya,,
bukan mengkhianati,, mungkin berkhianat
apakah itu salah???
sepanjang itu benar..
sepanjang itu sesuai dengan nuraniku..
sepanjang aku punya orang2 yang percaya padaku…
var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln9′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln10′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln11′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
kunyit said,
July 7, 2008 @ 6:22 am
Kawan menjadi Lawan ketika membuat kita terlena…
Lawan menjadi Kawan ketika mereka mengingatkan kita pada sesuatu, meski caranya sangat menyakitkan…
Kadang lawan dan kawan punya muka yang mirip kan???
Yoyo said,
July 7, 2008 @ 8:52 am
setuju banget. nget nget nget
dudeck said,
July 8, 2008 @ 5:17 am
Astaga..ayo berhenti melihat dari sisi dualitas(kawan-lawan, baik-buruk, sedih-senang)
mari kita rangkul semua dengan mesra..
ahh..jadi inget puisinya Om Gie..
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
astaga..Hubungannya apa cobak??????#@!
mayun said,
July 8, 2008 @ 11:25 am
hei!
u know what?! do what ever u want to do!
lakukan apapun sesuai keinginanmu!
sepanjang tidak mengkhianati Tuhan…
sepanjang tidak menkhianati orang lain…
sepanjang tidak merugikan orang lain…