Archive for November, 2008

hujan

hari ini hujan lagi… udah beberapa hari jogja di selimuti awan mendung.. lembab dan basah.. yah,, hujan yang memang sudah waktunya ada, dinanti dan dihujat orang-orang pada waktu yang bersamaan..menyirami jalanan yang panas dan berdebu.. memberikan kesejukan sesudah ia memanggang kita dalam teriknya matahari..

yap.. hujan lagi.. lagi lagi hujan..

dan kembali aku disini, menunggui bulir air hujan menetes hingga penghabisan.. dan memberi waktu pada diriku sendiri.. waktu untuk sendiri.. merenungi hal-hal yang telah terjadi sebelum tetesan hujan yang pertama.. 

hmmm… dan setelah itu, ketika hujan telah pergi.. aku akan membaui segarnya tanah yang basah.. menyenangkan.. segala kemuraman yang diakibatkan oleh sang hujan seperti sirna.. 

hujan.. kapan kau datang lagi?

Comments (1) »

Cukup Sebuah Alasan

hahahaha… aku tertawa ketika diriku tidak bisa berbuat apa-apa disaat orang lain berkata atau bereaksi atas apa yang kukatakan atau apa yang kulakukan.. hahahaha,, lagian aku juga ga punya kuasa untuk mengendalikan perlakuan yang akan mereka berikan padaku.. karena hal tersebut sangat kusadari merupakan sebuah hak yang dilindungi hukum untuk mengeluarkan pendapat di depan umum..

yang kusadari,, aku hanya bisa bersikap apa adanya tanpa kepura-puraan.. menjadi apa adanya aku, dan menerima segala kekurangan dan mensyukuri kelebihan yang kupunya.. yah seharusnya hanya itu yang perlu kulakukan.. seharusnya… hahaha.. ya “seharusnya”.. reaksi yang lebih mengarah  ke sebuah ironi ya???

 

karena ketika sekelilingku memberikan reaksi atas apa yang kulakukan, atas apa yang tidak kulakukan, atas apa yang telah kukatakan dan tidak kukatakan.. apakah mereka telah benar-benar tahu dan mengerti posisiku? apakah telah menimbang tidak hanya dari sudut pandang mereka tapi juga dariku?

 

memangnya atas dasar apa mereka dapat menetapkan sebuah nilai kepantasan?

 

ketika mengadili seseorang yang tidak mengetahui dengan pasti mengapa mereka dianggap bersalah adalah sebuah ketidakadilan yang dilakukan dengan semena mena oleh para pengecut.

pengecut yang berusaha membungkam dan mengikat paksa hak seseorang dengan membuat pengadilan yang berat sebelah..

 

adilkah ini? hahaha tidak bung.. tidak nona.. itu semua tidak adil..

 

lalu? berikan aku satu alasan kenapa aku harus memberikan reaksi atas itu semua.. yang telah bersama-sama kita ketahui akan berjalan tidak adil? apakah dengan kebungkaman atau dengan reaksi balasan akan dapat menyelesaikan itu semua???

Comments (3) »